Jumat, 9 September 2022 09:46 WIB
Salah satu upaya dalam pengendalian pencemaran udara di daerah adalah pemantauan kualitas udara ambien. Hasil pemantauan tersebut dapat menjadi indikator keberhasilan Pemerintah dan Pemerintah Daerah serta bahan evaluasi untuk peningkatan program pengendalian pencemaran udara yang dapat dilakukan. Pemantauan kualitas udara ambien yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Siak menggunakan metode manual pasif (passive sampler).
Metode passive sampler digunakan dan dikembangkan di Inggris dengan cara menyerap sulfur dioksida (SO2) di udara ambien menggunakan Pb Candle. Dengan berkembangkannya ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan Pb yang tidak ramah lingkungan diganti dengan bahan-bahan kimia lainnya yang lebih ramah lingkungan.
Pada metode passive sampler menggunakan sistem penyerapan gas secara difusi melalui media yang dipaparkan dalam waktu tertentu tanpa menggunakan pompa penghisap dengan memanfaatkan sifat fisis gas yang berdifusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

Gambar. Perpindahan Gas Secara Difusi
Kelebihan dari pengambilan contoh udara menggunakan metode passive sampler adalah : Mudah dilakukan, Tidak memerlukan energi listrik, Dapat dilakukan sampling pada banyak titik karena alat yang digunakan sederhana, praktis, kecil, dan tidak mahal.
Namun, kekurangan dari penggunaan metode ini adalah pengukuran masih terbatas pada parameter NO2 dan SO2 dalam waktu yang tidak kontinu
Program Kampung Iklim (PROKLIM) merupakan program berlingkup Nasional yang di Kelola oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.
Ditambah dengan memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi di masing - masing wilayah.
untuk mewujudkan Program Kampung Iklim ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak dan Dinas Lingkungan Hidup Propinsi dengan didampingi RAPP melakukan sosialisasi ke beberapa Kampung/Kelurahan yang akan dibina yaitu Kampung Kuala Gasib dan Kampung Sengkemang Kecamatan Koto Gasib pada hari Rabu, 20 September 2023, Kampung Buantan Lestari dan Kampung Kemuning Muda Kecamatan Bungaraya pada Hari Kamis tanggal 21 September 2023, Kampung Paluh Kecamatan Mempura pada Hari Jum'at, 22 September 2023, Kampung Jambai Makmur Kecamatan Kandis Hari Selasa, 26 September 2023, dan Terahir di Kampung Parit I/II dan Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit pada Hari Rabu, 27 September 2023.
Pada Hari Rabu, 20 September 2023, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak di dampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Riau dan RAPP sebagai Narasumber sekaligus Pembimbing PROKLIM.
Hadir dalam acara ini Bapak Aswin selaku Pj Penghulu Kampung Kuala Gasib, beliau sangat mensuport Program ini dilakukan dikampungnya.
"Alhamdulillah kampung Kuala Gasib kedatangan tim sosialisasi pembinaan Kampung Proklim, dan Desa Kuala Gasib terpilih sebagai salah satu Kampung binaan PROKLIM" ujar beliau sebagai pembukaan sosialisasi Kampung Proklim di desanya.
Dalam sambutan para nara sumber menyampaikan materi yang terangkum sebagai berikut :
Seperti kita ketahui sekarang perubahan iklim yang tidak menentu, pola hujan yang berubah ubah, banjir dan bencana lain yang bisa mengancam kehidupan.
Untuk mengurangi dampak tersebut, perlu dilakukan skema penyesuaian terhadap perubahan iklim serta penanganan untuk mengurangi resiko perubahan iklim sehingga bisa memperkecil dampak bencana yang mungkin terjadi. untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Propinsi Riau melakukan Kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan kepada masyarakat Desa Kuala Gasib Kecamatan Koto Gasib.
Salah satu cara untuk mengurangi dampak dan bencana adalah dengan adaptasi dan mitigasi bencana. Adaptasi adalah penyesuaian pola hidup manusia dengan perubahan iklim yang terjadi, sedangkan mitigasi adalah suatu perlakuan manusia untuk mengurangi resiko dampak kerusakan akibat perubahan iklim.
banyak hal sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim seperti mengelola sampah, tidak melakukan pembakaran, membuat sumur resapan, membuat biopori, hemat air, menanam pohon, pemanfaatan air hujan, hemat listrik, penggunakan energi terbarukan seperti biogas juga solar dan lain sebagainya.
Dalam hal penanganan dan pengurangan dampak perubahan iklim ini pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup akan selalu mendorong, menfasilitasi melalui program kampung iklim.
Layanan 1
Pengumuman 1
Visi : "Terwujudnya Lingkungan Hidup yang lestari, baik dan bermutu"
Misi : Misi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak adalah : Mewujudkan Pelayanan Dasar yang prima dibidang Lingkungan Hidup; Meningkatkkan Kualitas Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan; Mewujudkan Pengelolaan Informasi Lingkungan Hidup yang Berkualitas; Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Pelindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam; serta Mewujudkan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan secara Terpadu dan Efektif dalam rangka Mengendalikan Perubahan Iklim.
Siak - Pemerintah Kabupaten Siak Bekerja Sama dengan Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang Lingkungan saat Memperingati Hari Pohon Sedunia dengan menanam pohon di Kecamatan Mempura, Minggu.
"Sesama manusia, ada baiknya kita turut mengingatkan untuk menjaga lingkungan dengan menanam pohon. sebab, Pohon adalah sumber oksigen yang sangat dibutuhkan oleh kelangsungan makhluk hidup terutama manusia, tanpa pohon, manusia tak akan bisa hidup, "kata Bupati siak, Alfedri.
Alfedri mengulas, manfaat pohon bagi makhluk hidup, terutama pohon - pohon hijau disamping sumber oksigen pohon juga dapat menyerap karbon dioksida, yaitu kandungan gas yang beracun, bisa juga mengendalikan suhu, mengurangi polusi udara, mencegah perubahan iklim dan bahan obat - obatan juga bermanfaat jika pohon itu berbuah, imbuhnya lagi.
Peringatan pohon sedunia yang jatuh hari ini, nyambung dengan komitmen Siak Hijau. langkah kita dalam menyelamatkan lingkungan tidak hanya pemerintah, namun keikutsertaan lembaga dan masyarakat juga bisa mendukung dalam pelaksanaan dan pelestariannya, pintanya.
Program Kampung Iklim (PROKLIM) merupakan program berlingkup Nasional yang di Kelola oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.
Ditambah dengan memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi di masing - masing wilayah.
untuk mewujudkan Program Kampung Iklim ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak dan Dinas Lingkungan Hidup Propinsi dengan didampingi RAPP melakukan sosialisasi ke beberapa Kampung/Kelurahan yang akan dibina yaitu Kampung Kuala Gasib dan Kampung Sengkemang Kecamatan Koto Gasib pada hari Rabu, 20 September 2023, Kampung Buantan Lestari dan Kampung Kemuning Muda Kecamatan Bungaraya pada Hari Kamis tanggal 21 September 2023, Kampung Paluh Kecamatan Mempura pada Hari Jum'at, 22 September 2023, Kampung Jambai Makmur Kecamatan Kandis Hari Selasa, 26 September 2023, dan Terahir di Kampung Parit I/II dan Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit pada Hari Rabu, 27 September 2023.
Pada Hari Rabu, 20 September 2023, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak di dampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Riau dan RAPP sebagai Narasumber sekaligus Pembimbing PROKLIM.
Hadir dalam acara ini Bapak Aswin selaku Pj Penghulu Kampung Kuala Gasib, beliau sangat mensuport Program ini dilakukan dikampungnya.
"Alhamdulillah kampung Kuala Gasib kedatangan tim sosialisasi pembinaan Kampung Proklim, dan Desa Kuala Gasib terpilih sebagai salah satu Kampung binaan PROKLIM" ujar beliau sebagai pembukaan sosialisasi Kampung Proklim di desanya.
Dalam sambutan para nara sumber menyampaikan materi yang terangkum sebagai berikut :
Seperti kita ketahui sekarang perubahan iklim yang tidak menentu, pola hujan yang berubah ubah, banjir dan bencana lain yang bisa mengancam kehidupan.
Untuk mengurangi dampak tersebut, perlu dilakukan skema penyesuaian terhadap perubahan iklim serta penanganan untuk mengurangi resiko perubahan iklim sehingga bisa memperkecil dampak bencana yang mungkin terjadi. untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Propinsi Riau melakukan Kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan kepada masyarakat Desa Kuala Gasib Kecamatan Koto Gasib.
Salah satu cara untuk mengurangi dampak dan bencana adalah dengan adaptasi dan mitigasi bencana. Adaptasi adalah penyesuaian pola hidup manusia dengan perubahan iklim yang terjadi, sedangkan mitigasi adalah suatu perlakuan manusia untuk mengurangi resiko dampak kerusakan akibat perubahan iklim.
banyak hal sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim seperti mengelola sampah, tidak melakukan pembakaran, membuat sumur resapan, membuat biopori, hemat air, menanam pohon, pemanfaatan air hujan, hemat listrik, penggunakan energi terbarukan seperti biogas juga solar dan lain sebagainya.
Dalam hal penanganan dan pengurangan dampak perubahan iklim ini pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup akan selalu mendorong, menfasilitasi melalui program kampung iklim.
Layanan 1
Pengumuman 1
Visi : "Terwujudnya Lingkungan Hidup yang lestari, baik dan bermutu"
Misi : Misi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak adalah : Mewujudkan Pelayanan Dasar yang prima dibidang Lingkungan Hidup; Meningkatkkan Kualitas Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan; Mewujudkan Pengelolaan Informasi Lingkungan Hidup yang Berkualitas; Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Pelindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam; serta Mewujudkan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan secara Terpadu dan Efektif dalam rangka Mengendalikan Perubahan Iklim.
Siak - Pemerintah Kabupaten Siak Bekerja Sama dengan Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang Lingkungan saat Memperingati Hari Pohon Sedunia dengan menanam pohon di Kecamatan Mempura, Minggu.
"Sesama manusia, ada baiknya kita turut mengingatkan untuk menjaga lingkungan dengan menanam pohon. sebab, Pohon adalah sumber oksigen yang sangat dibutuhkan oleh kelangsungan makhluk hidup terutama manusia, tanpa pohon, manusia tak akan bisa hidup, "kata Bupati siak, Alfedri.
Alfedri mengulas, manfaat pohon bagi makhluk hidup, terutama pohon - pohon hijau disamping sumber oksigen pohon juga dapat menyerap karbon dioksida, yaitu kandungan gas yang beracun, bisa juga mengendalikan suhu, mengurangi polusi udara, mencegah perubahan iklim dan bahan obat - obatan juga bermanfaat jika pohon itu berbuah, imbuhnya lagi.
Peringatan pohon sedunia yang jatuh hari ini, nyambung dengan komitmen Siak Hijau. langkah kita dalam menyelamatkan lingkungan tidak hanya pemerintah, namun keikutsertaan lembaga dan masyarakat juga bisa mendukung dalam pelaksanaan dan pelestariannya, pintanya.